Bandung – Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan (HW) Jawa Barat, Ramanda Ucin, mengapresiasi keikutsertaan Anggota Penghela Qabilah Ki Bagus Hadikusumo dan Siti Bariah Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan SMA Muhammadiyah 4 Depok dalam kegiatan Napak Tilas Perjuangan Ir. Soekarno yang diselenggarakan di Kota Bandung.
Menurut Ramanda Ucin, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendidikan karakter yang sangat penting bagi anggota Hizbul Wathan. Selain memperluas wawasan sejarah, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, nasionalisme, dan semangat perjuangan sebagaimana dicontohkan oleh para pendiri bangsa.
"Kami mengapresiasi keikutsertaan Penghela Qabilah Ki Bagus Hadikusumo dan Siti Bariah HW SMA Muhammadiyah 4 Depok dalam kegiatan ini. Semoga pengalaman yang diperoleh menjadi bekal untuk memperkuat karakter kepemimpinan, semangat juang, serta kecintaan terhadap bangsa dan negara," ujar Ramanda Ucin.
Kegiatan napak tilas diawali dengan mengunjungi Rumah Bersejarah Inggit Garnasih, tempat yang memiliki nilai penting dalam perjalanan hidup Ir. Soekarno. Rumah tersebut menjadi tempat tinggal Soekarno saat menempuh pendidikan di Technische Hoogeschool te Bandoeng (TH) yang kini menjadi Institut Teknologi Bandung (ITB), sekaligus menjadi saksi berbagai aktivitas perjuangannya di Kota Bandung. Selama kurang lebih 20 menit, para peserta menyimak kisah-kisah heroik perjuangan Soekarno dan peran besar Inggit Garnasih dalam mendampingi perjuangannya.
Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Sekolah Dewi Sartika, yang menjadi simbol perjuangan pendidikan dan emansipasi perempuan di Indonesia. Selanjutnya, rombongan mengunjungi Penjara Banceuy, tempat Ir. Soekarno pernah ditahan oleh pemerintah kolonial Belanda akibat aktivitas politik dan perjuangannya. Dari sana, peserta bergerak menuju kawasan Viaduct Bandung, salah satu ikon bersejarah Kota Bandung yang menjadi saksi perkembangan kota pada masa kolonial.
Rangkaian napak tilas ditutup di Gedung Indonesia Menggugat, tempat bersejarah yang menjadi lokasi Ir. Soekarno menyampaikan pidato pembelaannya yang monumental berjudul Indonesia Menggugat pada tahun 1930. Di lokasi tersebut, peserta diajak memahami semangat perjuangan, keberanian, serta pemikiran Soekarno dalam melawan penjajahan melalui jalur hukum dan perjuangan intelektual.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para anggota Hizbul Wathan tidak hanya mengenal sejarah bangsa, tetapi juga mampu meneladani semangat pantang menyerah, jiwa kepemimpinan, dan kecintaan kepada tanah air. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal dalam membentuk generasi muda Muhammadiyah yang berkarakter, berintegritas, dan siap mengabdi untuk agama, bangsa, dan negara.