Lewati ke konten utama
Logo SMA Muhammadiyah 4 Depok

Belajar dari Jejak Sang Proklamator, Mencetak Pemimpin Berkarakter: 13 Kader Hizbul Wathan SMA Muhammadiyah 4 Depok Ikuti Napak Tilas di Bandung

Belajar dari Jejak Sang Proklamator, Mencetak Pemimpin Berkarakter: 13 Kader Hizbul Wathan SMA Muhammadiyah 4 Depok Ikuti Napak Tilas di Bandung
13 Aug 2026 admin@webma.com Kegiatan


"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya."


Ungkapan tersebut tidak hanya menjadi semboyan, tetapi juga panggilan bagi generasi muda untuk mengenal sejarah secara lebih dekat. Berangkat dari semangat tersebut, 13 anggota Penghela Qabilah Ki Bagus Hadikusumo dan Siti Bariah Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan SMA Muhammadiyah 4 Depok akan mengikuti kegiatan Napak Tilas Perjuangan Proklamator RI di Kota Bandung pada Sabtu, 15 Agustus 2026.


Keikutsertaan ini merupakan bagian dari proses pembinaan kader Hizbul Wathan yang menekankan keseimbangan antara wawasan kebangsaan, kepemimpinan, dan pembentukan karakter. Bagi kader Hizbul Wathan, belajar tidak hanya dilakukan di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung di lapangan. Mengunjungi tempat-tempat bersejarah menjadi media untuk memahami bahwa kemerdekaan Indonesia diraih melalui perjuangan panjang yang penuh pengorbanan.


Sebagai sekolah Muhammadiyah, SMA Muhammadiyah 4 Depok memiliki komitmen untuk mencetak generasi yang beriman, berilmu, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap bangsa. Melalui kegiatan ini, para peserta diajak mengenal lebih dekat perjalanan hidup Ir. Soekarno sebagai Proklamator Republik Indonesia sekaligus memahami kontribusi tokoh-tokoh bangsa dalam memperjuangkan kemerdekaan. Pengalaman tersebut diharapkan mampu memperkuat wawasan sejarah, menumbuhkan rasa cinta tanah air, serta membangun kesadaran bahwa setiap generasi memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan dalam bentuk yang sesuai dengan zamannya.


Perjalanan napak tilas akan membawa peserta mengunjungi beberapa lokasi bersejarah di Kota Bandung, di antaranya Museum Inggit Garnasih, Monumen Banceuy, kawasan Viaduct yang terdapat Monumen Tentara Pelajar dan Monumen Laskar Wanita, serta Museum Gedung Indonesia Menggugat. Setiap lokasi menyimpan nilai perjuangan yang berbeda, mulai dari keteguhan, keberanian, pengorbanan, hingga kekuatan gagasan dalam memperjuangkan kemerdekaan.


Bagi anggota Hizbul Wathan, kegiatan ini juga menjadi wahana pendidikan karakter. Perjalanan yang dilakukan bersama melatih disiplin, kekompakan, tanggung jawab, kepedulian, dan kemampuan bekerja sama. Aktivitas lapangan yang berlangsung selama kegiatan turut menguatkan mental dan ketahanan fisik peserta, sekaligus membiasakan mereka menghadapi tantangan dengan semangat pantang menyerah. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan tujuan Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan dalam membentuk kader yang tangguh, berakhlak mulia, dan siap mengabdi kepada agama, persyarikatan, bangsa, dan negara.


Lebih dari sekadar kunjungan edukatif, kegiatan ini merupakan bagian dari proses kaderisasi Muhammadiyah. Dengan mengenal sejarah perjuangan bangsa secara langsung, para peserta diharapkan mampu mengambil teladan dari semangat kepemimpinan, keberanian, integritas, dan pengabdian yang ditunjukkan para pendiri bangsa. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi kader Hizbul Wathan untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi positif di lingkungan sekolah, masyarakat, maupun Persyarikatan Muhammadiyah.


Adapun peserta dari Penghela Qabilah Ki Bagus Hadikusumo dan Siti Bariah Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan SMA Muhammadiyah 4 Depok yang mengikuti kegiatan ini adalah:


1. Raffaidil Ramadhan (XI.3)

2. Aldy Asma Pratama (XI.3)

3. Mishbahul Anam (XI.5)

4. Rafka Imam Tsaqib (XI.2)

5. Wanatifo Winajaya (XI.3)

6. Ridhofan Adzikra Hakim (XII.2)

7. Muhammad Luthfi Alawi Izzuddin (XII.4)

8. Nathania Helga Wardhana (XI.5)

9. Rifdah Safana Susilo (XI.3)

10. Khansa Amira Rakhmani (XI.1)

11. Nadia Ayu Sabani (XII.1)

12. Amanda Pradita Putri Widanti (XII.1)

13. Naura Maharani (XII.3)


Melalui kegiatan ini, SMA Muhammadiyah 4 Depok berharap para peserta tidak hanya pulang dengan tambahan pengetahuan sejarah, tetapi juga membawa pulang semangat perjuangan yang akan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, meneruskan cita-cita para pendiri bangsa hari ini bukan lagi dengan mengangkat senjata, melainkan dengan belajar sungguh-sungguh, berprestasi, menjaga persatuan, berakhlak mulia, dan menjadi kader Muhammadiyah yang siap memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan negara.


"Belajar dari sejarah, meneladani perjuangan, dan melangkah menjadi pemimpin masa depan."


Bagikan: